Metode Penulisan dan Penelitian Hukum (MPPH)


METODE PENELITIAN DAN PENULISAN HUKUM NORMATIF

Relevansi

Meningkatkan dan membangkitkan sifat keingin tahuan Mahasiswa

Tri Dharma Perguruan Tinggi

  • Pendidikan

Proses belajar mengajar dibangku perkuliahan, perpustakaan dan tempat lain yang erat hubungannya dengan proses belajar

  • Penelitian

Ketidak puasan yang telah diperoleh dari proses belajar karena ketidak sinkronnya antara teori dengan apa yang ada dalam kenyataan, dengan cara melakukan penelitian guna mencari dan menemukan jaaban dari persoalan-persoalan yang muncul.

  • Pengabdian kepada Masyarakat

Dari hasil penelitian kita aplikasikan kedalam masyarakat, diantaranya dengan melakukan penyuluhan hokum, dan sebagainya.

Tugas Ilmu dan Penelitian

  • Deskripsi (menggambarkan)

Ilmu dan Penelitian mempunyai tugas untuk menggambarkan secra jelas dan cermat mengenai hal-hal yang dipersoalkan.

  • Eksplanasi (menerangkan)

Ilmu dan Penelitian bertugas untuk menerangkan kondisi-kondisi yang mendasasri terjadinya peristiwa atau persoalan

  • Menyusun Teori (mengembangkan)

Ilmu dan Penelitian bertugas membuat atau mencari dan merumuskan hukum-hukum atau tata mengenai hubungan antara kondisi yang satu dengan kondisi yang lain atau peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain.

  • Estimasi

Ilmu dan Penelitian bertugas membuat ramalan dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang kemungkinan akan terjadi atau akan timbul dimasa yang akan mendatang.

  • Penanggulangan

Ilmu dan Penelitian bertugas untuk melakukan tindakan-tindakan guna mengendalikan peristiwa atau persoalan tertentu.

Menemukan Kebenaran

  • Pendekatan Non Ilmiah

Akal sehat (logika) adalah suatu tindakan atau serangkai konsep yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Prasangka merupakan pencapaian pengetahuan secara akal sehat yang diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukan hal tersebut. Intuisi (pendekatan a priori) adalah orang yang menentukan pendapatnya mengenai sesuatu berdasarkan atas pengetahuan yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tidak disadari atau yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Penemuan coba-coba merupakan penemuan yang diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya suatu kondisi tertentu akan dipecahkan suatu masalah. Pada umunya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaran pemecahan permasalahan tertentu, pemecahan permasalahan terjadi secara kebetulan setelah terjadi serangkaian usaha. Penemuan coba-coba ini tidak efisien dan tidak terkontrol.

  • Pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis.

Otoritas ilmiah yaitu orang-orang yang biasanya telah memperoleh atau menempuh pendidikan formal tertinggi atau yang mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam suatu bidang yang cukup.

Pendekatan Ilmiah

Metode Ilmiah merupakan metode yang didasari dengan teori-teori tertentu dimana teori tadi berkembang melalui penelitian yang sistematis dan terkontrol berdasarkan data empiris dan tentunya teori tadi dapat diuji kebenarannya secara obyektif.

Hasrat Ingin Tahu (animal rationalitas)

Untuk mencari kebenaran yang universal atau diakui oleh masyarakat secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Koheren
  2. Koresponden
  3. Pragmatis

Hasrat ingin tahu bisa didapat secara :

  • Secara Ilmiah

Dapat diperoleh dengan cara penelitian yang disertai dengan metode-metode tertentu dengan teori-teori yang berkaitan. Dan tentunya teori tadi akan berguna, bermanfaat serta berkembang apabila disusun secara sistematis dan terkontrol.

  • Secara Non ilmiah

Dapat dilakukan dengan cara :

  1. Akal sehat (logika)
  2. Prasangka
  3. Intuisi (pendekatan a priori)
  4. Penemuan coba-coba
  5. Pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis.

PENELITIAN HUKUM METODE NORMATIF DAN EMPIRIS / SOSIOLOGIS

  1. Pendekatan normatif empiris
  2. Kerangka peraturan perundang undangan, pembuktian melalui pasal, teori-teori sosiologi hukum, pembuktian
    melalui masyarakat.
  3. Sumber data-data sekunder dan data primer
  4. Analisis logis normatif, silogisme, kualitatif, kuantitatif
    • Penelitian Normatif yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan perundang-undangan.
    • Penelitian Empiris yaitu penelitian terhadap pengalaman yang terjadi dalam masyarakat.
    • Pendekatan yaitu awal mula atau langkah-langkah sebelum melakukan penelitian.
    • Data skunder yaitu data data yang diperoleh dari kepustakaan.
    • Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dalam kehidupan masyarakat dengan cara wawancara, interview dan sebagainya.
    • Logis normatif yaitu berdasarkan logika dan peraturan perundang-undangan.
    • Silogisme yaitu menarik kesimpulan yang sudah ada.
    • Kualitatif yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.
    • Kuantitatif yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk angka.

Data yaitu fakta yang relevan atau aktual yang diperoleh untuk membuktikan atau menguji kebenaran atau ketidak benaran suatu masalah yang menjadi obyek penelitian.

Data menurut sumbernya :

  • Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian

Contoh : Obsevasi
Wawancara
Kuisioner (kuisioner terbuka atau tertutup, face to face)
Sample, dan sebagainya.

  • Data skunder yaitu data yang diperoleh melalui study kepustakaan.

Data skunder dibidang Hukum :

Bahan hukum primer
Data yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat
Contoh : Pancasila, UUD 1945, Traktat, Doktrin, Yurisprudensi, Adat dan kebiasan

Bahan hukum skunder
Merupakan bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan hokum primer dan dapat membantu serta menganalisis.
Contoh : RUU, Buku-buku para Sarjana, Hasil penelitian, Jurnal, Makalah

Bahan hukum tersier yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentang bahan hokum primer dan skunder.

Contoh : Koran, kliping, majalah, dan sebagainya.

Data menurut sifatnya

  • Data Kualitatif yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.

Contoh : Berdasarkan penelitian BBM mengalami kenaikan harga

  • Data Kuantitatif yaitu data terbentuk secara nomor bilangan yang diperoleh dari hubungan secara langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk angka.

Contoh : Berdasarkan penelitian BBM mengalami kenaikan 30 %.

Data menurut peranan

  • Data utama yaitu data yang langsung berhubungan dengan masalah penelitian.

Contoh : Wawancara

  • Data tambahan yaitu data yang merupakan data pelengkap.

Contoh : Observasi.

Macam-macam Penelitian HUKUM NORMATIF

  • Penelitian Inventaris Hukum Positif

Merupakan kegiatan mengkritisi yang bersifat mendasar untuk melakukan penelitian hukum dari tipe-tipe yang lain.

Ada 3 (tiga) kegiatan pokok dalam melakukan penelitian inventrisasi hukum positif tersebut, yaitu :

  1. Penetapan kriteria identifikasi untuk menyeleksi norma-norma yang dimasukan sebagai norma hukum positif dan norma yang dianggap norma sosial yang bukan hukum.
  2. Mengumpulkan norma-norma yang sudah diidentifikasi sebagai norma hukum tersebut.
  3. Dilakukan pengorganisasian norma-norma yang sudah di identifikasikan dan di kumpulkan kedalam suatu sistem yang menyeluruh (kompherensif).

Ada 3 (tiga) konsep pokok dalam melakukan kriteria identifikasi :

  • Persepsi Legisme Positifistis

Bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau oleh pejabat yang berwenang. Berdasarkan konsep tersebut pada kegiatan berikutnya hanya dikumpulkan hukum perundang-undangan atau peraturan-peraturan tertulis saja.

  • Konsep mencerminkan hokum dengan kehidupan masyarakat.

Konsep yang menekankan pentingnya norma dan arti hukum meskipun tidak tertulis apabila norma itu secara konkrit dipatuhi oleh anggota masyarakat setempat maka norma tersebut harus dianggap sebagai hukum. Konsepsi bahwa hukum identik dengan putusan hakim (pejabat yang berwenang) dan kepala adat.

Penelitian Azas-azas Hukum

Penelitian yang dilakukan untuk menemukan azas-azas hukum atau rechtbeginselen yang dilakukan terhadap hukum positif tertulis maupun tidak tertulis. Azas hukum berguna untuk memberikan penilaian secara etis terhadap hukum. Azas Hukum bisa berupa :

  1. Azas Konstitutif yaitu azas yang harus ada dalam kehidupan suatu sistem hukum atau disebut azas hukum umum.
  2. Azas Regulatif yaitu azas yang diperlukan untuk dapat berprosesnya suatu sistem hukum tersebut.

Cara membuat Azas Hukum :

  1. Tentukan pasal-pasal yang akan dijadikan patokan
  2. Menyusun sistematika dari pasal-pasal tersebut dengan menghasilkan klasifikasi tertentu.
  3. Menganalisis pasal-pasal tersebut dengan mempergunakan asas-asas hukum yang ada.
  4. Menyusun suatu konstruksi untuk menemukan asas hukum yang belum ada.

Cara menyusun Azas Hukum :

  1. Mencakup semua bahan hukum yang diteliti
  2. Konsisten atau tidak melenceng atau tidak menympang
  3. Memenuhi syarat estetis atau tidak bertentangan dengan norma kesusilaan
  4. Sederhana dalam perumusannya.
  • Penelitian In Concreto (kongkrit)

Penelitian yang dilakukan untuk menemukan dari suatu perkara yang kongkrit. Penelitian ini juga merupakan usaha untuk menemukan apakah hukumnya sesuai diterapkan secara in concreto guna menyelesaikan suatu perkara hukum dan dimanakah bunyi peraturan hukum dapat ditemukan.

Ciri-ciri penelitian ini yaitu ;

  1. Diterapkan oleh seorang Hakim
  2. Harus ada inventarisasi hukum terlebih dahulu.
  • Penelitian terhadap Sistematika Hukum

Penelitian yang dilakukan terhadap sistematika peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Penelitian Sinkronisasi Vertikal

Penelitian terhadap hirarki perundang-undangan

  • Penelitian Sinkronisasi Horizontal

Penelitian yang dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur berbagai bidang yang mempunyai hubungan fungsional untuk mencari sejauh mana perundang-undangan itu konsisten

  • Penelitian Sejarah Hukum

Penelitian yang berusaha untuk mengadakan identifikasi terhadap tahap-tahap perkembangan hukum yang dapat dipersempit ruang lingkupnya menjadi sejarah perundang-undangan.
Penelitian ini beracuan pada : Landasan Filosofis, Yuridis, dan Politis

  • Penelitian Perbandingan Hukum

Penelitian yang dilakukan untuk membandingkan dua hal atau lebih subsistem hukum yang berlaku dalam masyarakat yang berlaku secara lintas dengan berbagai sistematika beberapa Negara dengan membandingkan kedua subsistem tersebut maka dapat ditemukan unsur-unsur perasaan serta perbedaan kedua sistem tersebut.

Sifat Penelitian

  • Eksploratoris (penelitian terhadap data awal)

Penelitian yang dilakukan terhadap suatu gejala atau peristiwa yang belum mempunyai suatu pengetahuan atau sumber data atau bahan.
Ciri : Selalu diawali dengan kata “Inventarisasi”

  • Deskriptif (penelitian sebab akibat)

Penelitian yang dimaksudkan untuk memebrikan data yang seteliti mungkin tentang keadaan yang menjadi obyek penelitian sehingga akan mempertegas hipotesa dan dapat membantu memperkuat teori lama atau membuat teori baru.
Ciri : – Selalu diawali dengan kata “Analisis ….”
Sudah ada hipotesa

  • Eksplanatoris (membuktikan)

Penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesa terhadap suatu masalah yang sudah lengkap.
Ciri : – Selalu diawali dengan kata “Efektifitas ….”
Sudah ada kesimpulan

Syarat membuat Topik

  • Manageble topic

Topic yang dipilih oleh peneliti harus terjangkau dengan mempertimbangkan pengetahuan, kecakapan dan kemampuan.

  • Obtainable topic

Topic yang dipilih oleh peneliti harus mempertimbangkan bahan kepustakaan dan teknik pengumpulan data.

  • Signifinance topic

Topic yang dipilih oleh peneliti harus diperhatikan secara signifikan maksudnya topic yang diambil cukup penting untuk diambil dan dapat disumbangkan untuk penelitian.

  • Intersted topic

Topic yang dipilih oleh peneliti harus menarik minat peneliti atau pembaca.

Syarat membuat Judul Penelitian :

  1. Menggambarkan permasalahan yang diteliti
  2. Mengandung minimum dua variable
  3. Melukiskan tipe atau sifat penelitian

Bentuk penelitian :

  • Diagnostic

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan keterangan mengenai terjadinya suatu peristiwa

  • Deskriptif

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan saran-saran apa yang seharusnya dilakukan untuk menyelasaikan masalah yang terjadi.

  • Evaluatif

Penelitian dilakukan bertujuan untuk memberikan penilaian terhadap program-program yang sudah dilakukan.

Tujuan penelitian :

  • Fact finding

Penelitian yang bertujuan untuk menemukan fakta saja.

  • Problem finding

Penelitian yang bertujuan untuk menemukan masalah.

  • Problem identification

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah.

Penerapan penelitian :

  • Penelitian murni

Bertujuan untuk pengembangan ilmu itu sendiri atau bersifat teori maupun untuk perkembangan metode penelitian.

  • Penelitian terapan

Bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul atau yang ada dalam masyarakat.

Pemikiran

  1. Deduktif yaitu cara pengambilan kesimpulan yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.
  2. Induktif yaitu cara pengambilan kesimpulan yang bersifat khusus ke hal-hal yang bersifat umum.

Sistematika penulisan Tugas Akhir

  • Legal Memorandum

Penelitian yang dilakukan terhadap peristiwa atau masalah-masalah hukum yang belum mempunyai kekuatan hukum yang inkrah.

  • Study Kasus

Penelitian yang dilakukan terhadap putusan pengadilan yang sudah mempunyai ketetapan hukum.

  • Skripsi

Penelitian yang dilakukan terhadap peristiwa atau masalah-masalah hukum yang terjadi di masyarakat.

Sumber : http://balianzahab.wordpress.com/makalah-hukum/metode-penelitian-hukum/<a

About these ads

Perihal Omer
Think Globally and Act Globally - WJ

13 Responses to Metode Penulisan dan Penelitian Hukum (MPPH)

  1. Anonymous mengatakan:

    perjelas dong,,,,,,,,,,,,,,, dan lebih akurat

  2. bolmer mengatakan:

    Ok Gan
    Segera

  3. Dew mengatakan:

    thx bgt ni sgt mmbantu :)

  4. amel mengatakan:

    t’rima kasih y kak,,
    ni berguna bnget,,,

  5. indra mengatakan:

    q boleh minta contoh makalahnya tentag pembahan metode penelitian dan pembahasan hukum ini g ?

  6. k.nissa mengatakan:

    manturnuwun yo cak, atas copy a/ ilmu metodologinya moga sukses smua.merdeka!!! UNTAG 1945 BWI

  7. click here mengatakan:

    I do not drop many remarks, but i did some searching and wound
    up here Metode Penulisan dan Penelitian Hukum (MPPH) | Omer Law-Ger.
    And I do have a few questions for you if you usually do not mind.
    Is it simply me or does it look like a few of these remarks
    appear like they are written by brain dead individuals?

    :-P And, if you are writing at additional online sites, I would like to follow everything fresh you have to post.
    Would you make a list of every one of all your shared sites like your twitter feed,
    Facebook page or linkedin profile?

  8. plastic pellet mengatakan:

    Why users still make use of to read news papers when in this technological
    world everything is accessible on net?

    • Omer mengatakan:

      That is true accessible on net look for information but there is a lot of information in regional we can not find on net and we can find it in newspaper. That is one of our reason to still use newspaper

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 919 pengikut lainnya.