Perkawinan Menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Menganut asas Monogami. Poligami dilihat sebagai Perkecualian. Dalam hal perkawinan pengadilan agama ditempatkan dibawah pengawasan pengadilan negeri. Undang-Undang tahun 1974 mengharuskan setiap keputusan pengadilan agama dalam soal perkawinan dikukuhkan oleh pengadilan negeri.

Adopsi tidak dikenal dalam Hukum Privat Eropa, hanya terdapat dalam Hukum Adat Orang Indonesia Asli maupun Hukum Adat Orang Timur Asing.

  1. Lembaga hukum adopsi untuk golongan Cina berhubungan dengan lembaga sosial penghormatan nenek moyang yang wajib melakukan adalah putera (berdasarkan sistem klan yang patrilineal)
  2. Adopsi hanya dapat dilangsungkan oleh seorang laki-laki baik yang beristeri maupun pernah beristri, yang tidak mempunyai anak atau belum mempunyai anak adoptif.
  3. Yang dapat diangkat anak adoptif adalah orang lelaki saja.
  4. Bila yang mengadopsi beristri, pengangkatan anak harus dijalankan bersama-sama.
  5. Janda yang belum bersuami lagi dapat mengangkat anak lelaki, asal tidak dilarang dalam testamen suaminya yang telah meninggal dunia.
  6. Yang diadopsi tidak boleh beristri, tidak boleh mempunyai anak, tidak boleh telah diadopsi oleh orang lain pada saat adpsi.
  7. Perbedaan umur yang mengadopsi sedikitnya 18 tahun (bila yang mengadopsi orang laki) atau 15 tahun bila yang mengadopsi janda.
  8. Anak yang diadoptif dianggap anak yang lahir dari perkawinan dari suami istri yang mengadopsinya, atau dianggap anak dari janda dan suami yang telah meninggal dunia.
  9. Hubungan hukum privat semual antara yang diadopsi dengan orang tua sendiri dan keluarga lain diputuskan sama sekali, terkecuali dalam beberapa hal tertentu.
  10. Adopsi harus dijalankan dengan suatu akta notaris.

Hukum Perorangan

Orang adalah pembawa Hak yaitu segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban yang disebut subyek hukum terdiri :

a.       Manusia
b.      Badan Hukum

Hukum Perdata mengatur seluruh segi kehidupan manusia sejak belum lahir dan masih dalam kandungan ibunya sampai meninggal dunia.

Badan hukum atau perkumpulan berarti orang yang diciptakan oleh hukum. Suatu perkumpulan dapat dimintakan pengesahan sebagai badan hukum dengan cara :

  • Didirikan dengan akta notaris
  • Didaftarkan dikantor Panitera Pengadilan Negeri Setempat
  • Dimintakan pengesahan anggaran dasarnya kepada Menteri Kehakiman.
  • Diumumkan di berita negara.

Hukum Keluarga

Yang termasuk dalam hukum keluarga :

Kekuasaan Orang Tua

Perwalian

  • Anak yatim piatu atau anak yang belum cukup umur dan tidak dalam kekuasaan orang tua.
  • Wali ditetapkan oleh hakim atau karena wasiat. Sedapat mungkin wali diangkat dari orang yang mempunyai pertalian darah terdekat dengan anak.
  • Perwalian dapat terjadi karena :

Perkawinan orang tua putus dan kekuasaan orang tua dipecat/ dibebaskan. Hakim mengangkat seorang wali disertai wali pengawas yang harus mengawasi pekerjaan wali tersebut. Pekerjaan wali pengawas di Indonesia dijalankan oleh Pejabat Balai Harta Peninggalan.

Setiap anak wajib hormat dan patuh pada orang tuanya. Kekuasaan orang tua berhenti jika :

  • Anak tersebut telah dewasa (Usia 21 tahun)
  • Perkawinan oran tua putus
  • Kekuasaan oran tua dipecat oleh hakim
  • Pembebasan dari kekuasaan orang tua

Pengampuan

Orang dewasa akan tetapi :

  • Sakit ingatan
  • Pemboros
  • Lemah daya
  • Tidak sanggup mengurus kepentingan sendiri dengan semestinya, disebabkan kelakuan buruk diluar batas atau mengganggu keamanan, memerlukan pengampuan.

Diperlukan pengampu (Curator). Biasanya suami menjadi pengampu atas istrinya atau sebaliknya, tetapi mungkin juga hakim mengangkat orang lain atau perkumpulan lain. Sedangkan sebagai pengampu pengawas adalah Pejabat Balai Harta Peninggalan

Persamaan antara Wali Pengawas dan Pengampu Pengawas adalah :

CintaKesemuanya mengawasi dan menyelenggarakan hubungan hukum orang-orang yang dinyatakan tidak cakap bertindak.

Perbedaannya :

  1. Kekuasaan orang tua adalah kekuasaan asli yang dilaksanakan oleh orang tuanya sendiri. Kekuasaan asli dilaksanakan oleh orang tuanya sendiri yang masih dalam ikatan perkawinan terhadap anak-anaknya yang belum dewasa.
  2. Perwalian, pemeliharaan dan bimbingan dilaksanakan oleh wali, dapat salah satu ibu atau bapaknya yang tidak dalam keadaan ikatan perkawinan lagi atau orang lain terhadap anak yang belum dewasa.
  3. Pengampuan, bimbingan dilaksanakan oleh Curator (yaitu keluarga sedarah atau orang yang ditunjuk) terhadap orang dewasa yang karena sesuatu sebab dinyatakan tidak cakap bertindak dalam lalu lintas hukum.
About these ads

Perihal Omer
Think Globally and Act Globally - WJ

8 Responses to Perkawinan Menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

  1. Tamba mengatakan:

    Oke Coy…
    materi yang cukup bagus…

  2. Carissa Wark mengatakan:

    Hi, I really appreciated checking out the information on your internet site. Many thanks

  3. Renato Lawshe mengatakan:

    Hello, I truly appreciated viewing the information on web site. Thanks

  4. herman mengatakan:

    masalah uu perkawinan itu sebenar harus mengatur semua agama contoh begini yang beragama non muslim kalau mau urus akte kelahiran anak harus ada surat nikah catatan sipil sedangkan surat nikah selain yang muslim ga sah untuk mengurus akte kelahiran anak itu perlu peritah lurus agar semua surat nikah berlaku untuk mengurus akta kelahiran

    • Omer mengatakan:

      Memang ada perbedaan Mas Herman, dikarenakan warga negara Indonesia mayoritas Muslim sehingga mereka mendapatkan perlakuan berbeda (bukan khusus). Sebab sesuai prinsip equality before the law bahwa semua warga negara sama kedudukannya dihadadapan hukum. Tetapi jika kritik dari Mas Herman ini dirasa perlu untuk diperbaiki bisa menjadi masukan untuk pemerintah supaya tidak ada pembeda-bedaan.

  5. sleep aids mengatakan:

    For newest news you have to go to see world-wide-web and on world-wide-web
    I found this web page as a finest web page for hottest updates.

  6. sleep aid mengatakan:

    Thanks to my father who informed me regarding this blog, this web site is actually awesome.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 920 pengikut lainnya.