Dinamika Sejarah dan Arti Pentingnya Pancasila

A.    Dinamika Sejarah Pancasila

Negara Republik Indonesia

Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Pernyatan dari presiden pertama Indonesia yang terlihat sederhana tetapi butuh pemahaman yang mendalam. Setiap bangsa di dunia dapat dipastikan memiliki karakteristik sesuai dengan sifat dan sejarah bangsa itu sendiri. Indonesia berkarakter dan berideologi Pancasila mulai dari tanggal 17 Agustus 1945 hingg sekarang. Meski dalam prosesnya Indonesia sempat mengalami beberapa kali perubahan konstitusi. Dari UUD 1945, konstitusi RIS 1949, UUD sementara 1950 hingga kembali ke UUD 1945, dan kini sudah mengalami amandemen menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD NRI 1945). Pancasila masih tetap sebagai ideologi negara.

Pancasila lahir atas dorongan dari janji kemerdekaan oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso tanggal 7 September 1944. Pemerintah Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945 yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka. BPUPKI awalnya memiliki anggota 70 orang yang terdiri dari 62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati. Kemudian ditambah dengan 6 orang Indonesia pada sidang kedua. Pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 dilaksanakan sidang pertama untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Empat hari bersidang ada 33 (tiga puluh tiga) pembicara. Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo mengusulkan rumusannya. Pada tanggal 29 Mei 1945 Muhammad Yamin mengemukakan 5 (lima) asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu :

  1. Kebangsaan
  2. Kemanusiaan
  3. Ketuhanan
  4. Kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat

Pada hari keempat tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan 5 (lima) asas yaitu :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan
  3. Persatuan dan kesatuan
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang Maha Esa

Soekarno dinamakan Pancasila, Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila. Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah upacara proklamasi kemerdekaan, datang berberapa utusan dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Beberapa utusan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
  2. Hamidhan, wakil dari Kalimantan
  3. I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
  4. Latuharhary, wakil dari Maluku.

Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan pendapat tentang bagian kalimat dalam rancangan Pembukaan UUD yang juga merupakan sila pertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Maka Pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945, Hatta lalu mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Alasan dan dasar pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia. Dengan isi sebagai berikut :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Adapun maknanya adalah

  1. Burung Garuda melambangkan kekuatan
  2. Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
  3. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
  4. Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
    1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
    2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
    3. Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
    4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
    5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    6. Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
    7. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
    8. Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
      1. Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
      2. Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
      3. Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
      4. Jumlah bulu di leher berjumlah 45
      5. Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”. Berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca pada zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada satu kalimat yang termuat mengandung istilah “Bhinneka Tunggal Ika”, yang kalimatnya awalnya “Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa.” Istilah Pancasila dimuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular yang berisikan sejarah kerajaan bersaudara Singhasari dan Majapahit. Istilah Pancasila ini muncul sebagai Pancasila Karma, yang isinya berupa lima larangan sebagai berikut:
        1. Melakukan tindak kekerasan
        2. Mencuri
        3. Berjiwa dengki
        4. Berbohong
        5. Mabuk (oleh miras)

Pengaturan mengenai  lambang negara diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 1958. Sedangkan implementasinya dalam lagu berjudul “Garuda Pancasila”. Dengan lirik sebagai berikut :

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Melalui perkembangan peradaban manusia termasuk warga negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa fakta membuktikan pelaksanaan yang tidak konsekuen terhadap Pancasila. Penyelenggara negara maupun masyarakat Indonesia pada umumnya terkadang bertindak diluar koridor yang sudah ditentukan dalam konstitusi sebagai bentuk nyata dari ideologi Pancasila. Sebagai ideologi yang nyata dan reformatif, aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa, Pancasila  mampu menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa ketentuan yang berlaku tidak bisa disamakan dalam lintas waktu, ruang, situasi, dan tempat. Sebagai ius constituendum, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat universal dan tetap. Berdasarkan ideologi tersebutlah dilahirkan UUD 1945 sebelum amandemen pada tanggal 18 Agustus 1945 serta lahirnya peraturan perundang-undangan lainnya.

Indonesia berproses dengan dinamika berbagai human interest setiap masyarakat. Pancasila menjadi landasan utama ketika dimulainya sejarah kebangsaan Indonesia. Tanpa ada suatu pegangan hidup dan pandangan hidup Indonesia mudah dipecah belah saat masa penjajahan. Perbedaan kepentingan ideologi pada awal 1900-an antara Liberalisme, Nasionalisme, Islamisme, Sosialisme-Indonesia, dan Komunisme, yang diakhiri tanggal 18 Agustus 1945 dengan ditetapkannya Pancasila oleh Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI) sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seiring dengan perkembangannya ideologi Pancasila mengalami eksaminasi yang berat dalam implementasi kehidupan bermasyarakat, kebangsaan, dan kenegaraan. Sejak munculnya krisis moneter pada tahun 1997 berdampak pada krisis nasional dan dimulainya Era Reformasi pada tahun 1998. Hujan kritik terhadap penerapan Pancasila terjadi. Banyak fenomena yang terjadi diluar koridor konstitusi seperti pergantian kepemimpinan nasional atas tuntutan mahasiswa, kerusuhan dan anarki, tingkat konsumsi berkurang, moral dan hukum negara tidak dipatuhi, pembangunan minim, dan hutang luar negeri melonjak. Berbagai faktor tersebut mendorong adanya pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkannya demi kepentingan individu dan kelompoknya. Lahirnya Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Sebagai upaya nyata penerapan Pancasila yang sempat keliru oleh oknum tertentu.

B.     Arti Pentingnya Pancasila

Dengan adanya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahu 1945 (UUD NRI 1945). Sering kali ada generalisasi pendapat bahwa Pancasila tidak penting. Padahal lahirnya UUD 1945 awalnya yang sudah diamandemen sekarang menjadi UUD NRI 1945 adalah amanat dari Pancasila. Bhinneka tunggal ika, dapat diwadahi melalui Pancasila. Kehidupan masyarakat Indonesia yang mejemuk dapat dijamin keutuhannya. Langkah penting saat ini tidak lagi hanya menjadika Pancasila sebagai hapalan wajib saat duduk dijenjang sekolah dasar. Tetapi memberikan pemahaman yang berlatar belakang untuk mencapai tujuan negara Indonesia sebagai tertuang dalam alinea keempat dalam pembukaan UUD NRI 1945. Tentu dengan tingkat penjelasan yang memadai terhadap dalam setiap generasi.

Sejak dini harus diyakinkan bagaimana tingkat urgensi dari Pancasila otu sendiri. Sehingga ketika berjalannya waktu tidak terkikis oleh doktrin dan pengaruh dari berbagai aliran. Wawasan kebangsaan juga harus ditingkatkan sebagai doktrin dasar nasional. Hanya mampu untuk menghapal setiap sila dalam Pancasila tidaklah cukup.  Namun kondisi yang lebih buruk akan terjadi apabila lupa bahkan tidak tahu isi dari Pancasila itu sendiri. Bagaimana bisa menuntut kesejahteraan dijalan-jalan dengan berdemonstrasi.

Pengamalan dari Pancasila pasti bisa terlihat jelas dari perbuatan setiap orang dalam sehari-hari. Maraknya pelanggaran hukum seperti korupsi menunjukkan kurangnya pengamalan seseorang terhadap Pancasila. Sudah menjadi rahasia umum dan sulit untuk dipungkiri bahwa banyak orang yang melakukan pengamalan Pancasila hanya saat dilihat orang dan saat berniat dan/atau sudah memiliki kekuasaan. Sudah sangat banyak integritas dari pejabat pemerintahan baik daerah maupun nasional yang diragukan.

Bentuk urgensi dari ideologi bagi suatu negara dapat dilihat dari fungsi ideologi itu sendiri. Ideologi membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa yang mempersatukan orang-orang yang memiliki ideologi yang sama. Perbandingannya bahwa agama mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi. Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama. Jika membahas mengenai agaman adalah hal yang sangan riskan dengan konflik. Maka untuk mengatasi perpecahan itu ideologi bisa menjadi alat pemersatu. Indonesia memiliki Pancasila sebagai alat pemersatu Indonesia dari berbagai suku, agama, dan ras yang berbeda-beda. Berbeda-beda tetapi tetap satu dan satu bukan berarti harus melebur.

Usaha untuk memecahkan persatuan pernah terjadi memberontakan Madiun 1948 maupun pengkhianatan G 30 S/PKI tahun 1965.  Namun semuanya itu dapat digagalkan berkat kesepakatan segenap golongan  bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan landasan dasar dan ideologi Pancasila.  Pancasila lahir sebagai dasar negara Indonesia.

Implementasi dari dasar negera sebagai agent of change, mahasiswa harus memiliki sifat terbuka dan solidaritas terhadap mahasiswa yang berbeda latar belakangnya dengannya. Hal ini sangat penting karena jalur edukasi menjadi tonggak dasar terjadinya perubahan. Menjadi contoh nyata bahwa Jepang setelah Nagasaki dan Hiroshima dibom sekutu, hal pertama yang mereka perbaiki adalah pendidikannya. Indonesia bisa mencapai reformasi diberbagai bidang melalui pendidikan. Pendidikan yang korup menciptakan produk yang korup. Buktinya justru orang-orang yang “pintar” yang melakukan korupsi.

Semarang, 15:00 WIB
23 April 2012
By : Ucok

About these ads

Perihal Omer
Think Globally and Act Globally - WJ

6 Responses to Dinamika Sejarah dan Arti Pentingnya Pancasila

  1. puput arifah mengatakan:

    thank’s info.a ^^

  2. Ping-balik: Sejarah dan Arti Pentingnya Pancasila | Faisal Adnan

  3. Ping-balik: pendidikan pancasila, andi muhammad adha, 1KA02,10112765 | andimuhammadadha

  4. Anonymous mengatakan:

    Kak, kalo. Isi kitab negarakertagama yang berkaitan dengan pancasila itu α̍̍̊pα̇̇̇̊ kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 917 pengikut lainnya.