Contoh Eksepsi

LAW OFFICE

GUNTARA HUTASOIT, S.H. & PARTNER’S

ADVOKAT –  KONSULTAN HUKUM

          JlHutanami Na Lungun No. 01 Tangerang                    Phone : (021) 5915292 HP : 085270547271

EKSEPSI

NO. 321/ GH / E/ IV / 2012

 

Perkara Pidana             : NOMOR.REG-PERKARA : PDS-23/SEMARANG/EP.2/05/2012

Pengadilan Negeri       : Tangerang

Terdakwa                        : NURAIDAH Alias IDA                 

Tempat Lahir                : Tangerang

Umur/Tangal Lahir    : 39 Tahun / 17  Agustus tahun 1972

Jenis Kelamin               : Perempuan

Kebangsaan                   : Indonesia

Tempat Tinggal            : Jl. KH Hasyim Ashari No. 44, Tangerang

Agama                             : Islam

Pekerjaan                       : Ibu Rumah Tangga

Pendidikan                    : SMA

Didakwa Melanggar   :

 Kesatu

 Dakwaan Primair : Pasal 339 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dakwaan Subsidiair : Pasal 338 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 

Kedua

Dakwaan Primair : Pasal 365 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dakwaan Subsidiair : Pasal 363 ayat (1) angka 4 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kepada :

Yth. Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara No. 212 / Pid.B/2012/PN-TANGERANG

    di-

Pengadilan Negeri Tangerang

 

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini,

GUNTARA HUTASOIT, S.H.  dan PARULIAN SUTISNA, S.H. Advokat/Konsultan Hukum berkantor pada/di : LAW OFFICE, GUNTARA HUTASOIT, S.H. & PARTNER’S di Jl. Hutanami Na Lungun No. 01 Tangerang. Berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal, 5 Maret 2012. Bertindak untuk dan atas nama serta sah untuk mewakili Terdakwa NURAIDA Alias IDA, yang telah diperhadapkan dimuka persidangan ini berdasarkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Tertanggal 5 Mei 2012. Dengan ini perkenankanlah kami mengajukan eksepsi/tangkisan atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut.

Majelis Hakim yang kami hormati,

Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Serta hadirin sidang yang kami hormati pula,

Terlebih dahulu perkenankan kami selaku Tim Penasehat Hukum Terdakwa berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 5 Oktober 2010 bertindak untuk dan atas nama Terdakwa NURAIDAH Alias IDA pada kesempatan ini memanjatkan segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya. Selanjutnya kami selaku tim penasehat hukum terdakwa menyampaikan terimaksih kepada majelis hakim atas kesempatan yang diberikan untuk mengajukan nota keberatan (Eksepsi) terhadap Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara atas nama terdakwa NURAIDAH Alias IDA. Eksepsi ini kami ajukan dengan pertimbangan bahwa ada hal-hal yang prinsipal yang perlu kami sampaikan berkaitan demi tegaknya hukum, kebenaran dan keadilan dan demi memastikan terpenuhinya keadilan yang menjadi hak asasi tiap manusia, sebagaimana tercantum dalam Pasal 7 Deklarasi Universal HAM, Pasal 14 ayat (1) Konvenan Hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi menjadi Undang-Undang No. 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Internasional Convenant on Civel and Political Rights (Konvenan Internasional Tentang Hak-hak Sipil dan Politik), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 D ayat (1) UUD NRI 1945, Pasal 7 dan Pasal 8 TAP MPR No. XVII Tahun 1998 Tentang HAM, Pasal 17 UU No 39 Tahun 1999 Tentang HAM, dimana semua orang adalah sama dimuka hukum dan tanpa diskriminasi apapun serta berhak atas perlindungan hukum yang sama.

Pengajuan eksepsi atau nota keberatan ini juga didasarkan pada hak Terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP yang mengatur sebagai berikut:

“Dalam hal Terdakwa atau penasihat hukum mengajukan keberatan bahwa Pengadilan tidak berwenang mengadili perkara atau dakwaan tidak dapat diterima atau surat dakwaan harus dibatalkan, maka setelah diberi kesempatan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk menyatakan pendapatnya Hakim mempertimbangkan keberatan tersebut untuk selanjutnya mengambil keputusan”.

Keberadaan kami, selaku kuasa hukum Terdakwa NURAIDA Alias IDA, kami sadari berada dalam posisi subjektif atau dalam kepentingan pembelaan perkara Terdakwa NURAIDA Alias IDA. Namun demikian, hendaklah kiranya di persidangan ini kita secara bersama-sama berada dalam satu pandangan objektif yang berorientasi secara hukum dalam rangka mencari dan menemukan materi sebagaimana dikehendaki oleh Hukum Acara Pidana. Eksepsi ini kami ajukan dengan pertimbangan, bahwa ada berbagai hal yang prinsipil yang harus kami sampaikan demi tegaknya hukum, kebenaran dan keadilan.

Kami berharap proses penegakan hukum tebang pilih tidak dijadikan landasan proses penegakan hukum kepada saudara Terdakwa NURAIDAH Alias IDA untuk menutup-nutupi adanya praktek kotor di dalam persidangan. Dengan tidak mengecilkan niat baik maupun semangat penegak hukum untuk melakukan pemberantasan tindak pidana yang sangat menyengsarakan dan meresahkan masyarakat, kami selaku penasehat hukum Terdakwa NURAIDAH Alias IDA menyampaikan penyesalan dalam eksepsi ini atas proses yang menurut Terdakwa NURAIDAH Alias IDA sebagai bentuk ketidakadilan dari penegak hukum.

Majelis Hakim yang kami hormati,

Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Serta hadirin sidang yang kami hormati pula,

Berdasarkan Pedoman Pembuatan Surat Dakwaan, terbitan Kejaksaan Agung Republik Indonesia Tahun 1985 halaman 14 menyatakan yang dimaksud dengan cermat adalah:

“Ketelitian Jaksa Penuntut Umum dalam mempersiapkan surat dakwaan yang didasarkan kepada Undang-undang yang berlaku bagi terdakwa, serta tidak terdapat kekurangan dan/atau kekeliruan yang dapat mengakibatkan batalnya surat dakwaan atau tidak dapat dibuktikan, antara lain misalnya : apakah ada pengaduan dalam hal delik aduan, apakah penerapan hukum/ketentuan pidananya sudah tepat, apakah terdakwa dapat dipertanggung jawabkan, dalam melakukan perbuatan tersebut, apakah tindak pidana tersebut belum atau sudah kedaluarsa, apakah tindak pidana yang didakwakan itu tidak nebis in idem. Pada pokoknya kepada Jaksa Penuntut Umum dituntut untuk bersikap teliti dan waspada dalam semua hal yang berhubungan dengan keberhasilan penuntutan perkara dimuka sidang pengadilan”.

Setelah kami mendengar, meneliti dan mempelajari surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum seperti yang disampaikan pada persidangan ini, maka kami menanggapi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut karena adanya suatu hal yang janggal dalam melaksanakan persidangan tersebut. Dan kami menyatakan keberatan dengan alasan-alasan sebagai berikut :

  1. Bahwa Pengadilan Negeri Tangerang tidak berwenang memeriksa dan mengadili dalam perkara pidana atau setidak-tidaknya Terdakwa NURAIDAH Alias IDA lepas dari segala tuntutan hukum, karena tindak pidana yang dilakukan Terdakwa NURAIDAH Alias IDA berada diluar wilayah kompetensi relatif Pengadilan Negeri Tangerang, karena locus delicti tindak pidana yang dilakukan berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat, sehingga daerah Jakarta Barat yang berwenang mengadili. Sehingga Pengadilan Negeri Tangerang tidak berwenang memeriksa dan mengadili proses persidangan perkara pidana atau setidak-tidaknya Terdakwa NURAIDAH Alias IDA lepas dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum.
  2. Dalam surat dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum dijelaskan dalam dakwaan kesatu bahwa Terdakwa NURAIDAH Alias IDA telah melakukan pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum sebagaimana yang diatur dalam pasal 339 UU No. 1 Tahun 1946 KUHP dan dalam dakwaan Subsidiair bahwa Terdakwa NURAIDAH Alias IDA telah dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan sebagaimana yang diatur dalam pasal Pasal 338 UU No. 1 Tahun 1946 KUHP.

Namun Jaksa Penuntut Umum telah melakukan kesalahan dengan mendakwa Terdakwa NURAIDAH Alias IDA. Bahwa Jaksa Penuntut Umum terlalu mendramatisir dakwaan dan cenderung keluar dari pokok perkara yang terjadi sebenarnya sehingga surat dakwaan terlalu memberatkan terdakwa dan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Hal ini karena Terdakwa NURAIDAH Alias IDA diberi tahu oleh Korban RAHMAT SANTOSO bin AHMAD bahwa di brankas Kantor Pos dan Giro Cabang Cipondoh ada uang sejumlah Rp. 200.000.000,-. Dalam Pasal 338 UU No. 1 Tahun 1946 KUHP menyebutkan dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dalam hal ini Terdakwa NURAIDAH Alias IDA sama sekali tidak ada niatan membunuh dia hanya ingin menguasai harta yang berada di dalam brankas Kantor Pos dan Giro Cabang Cipondoh. Dengan demikian, perbuatan melawan hukum yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum adalah tidak berdasar pada fakta yang terjadi dan harus dinyatakan tidak dapat diterima. Sehingga berdasarkan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut, sangat jelas dan nyata bahwa surat dakwaan tersebut kabur atau obscuur libellum karena syarat materiil tidak terpenuhi dengan jelas. Oleh karena itu sudah seharusnya surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum cacat hukum dan karenanya menjadi batal demi hukum.

  1. Bahwa setelah kami teliti dengan cermat dari surat dakwaan saudara Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, kami melihat ada suatu indikasi, bahwa kasus Terdakwa NURAIDAH Alias IDA ini sangat dipaksakan untuk dimajukan ke persidangan. Hal ini dapat dilihat bahwa penguraian materi dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang terkesan asal jadi, terutama mengenai kedudukan Terdakwa dalam Delik yang diuraikan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Dalam perkara ini seharusnya yang bertanggung jawab adalah ASEP SUMANTRI bin MAHDI karena pihak tersebutlah yang melakukan pembunuhan dan Terdakwa NURAIDAH Alias IDA hanya memiliki niatan untuk memilki sejumlah uang di Kantor Pos dan Giro Cabang Cipondoh. Terdakwa NURAIDAH Alias IDA hanya merekrut ASEP SUMANTRI bin MAHDI. Karena yang merekrut ke empat (4) tersangka lain adalah ASEP SUMANTRI bin MAHDI yang sidangkan dalam berkas yang terpisah, Sangat jelas dan nyata bahwa syarat formil surat dakwaan tidak terpenuhi.  Oleh karena itu, dakwaan dari saudara Jaksa Penuntut Umum harus dinyatakan batal demi hokum. Karena telah salah mengajukan person atau error in persona dalam perkara ini. Maka dakwaaan dari Jaksa Penuntut umum dinyatakan dapat dibatalkan.

Majelis Hakim yang  kami muliakan,

Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Serta para hadirin sidang yang terhormat pula,

Dengan menunjuk pada alasan diatas, maka kami selaku Penasehat Hukum Terdakwa NURAIDAH Alias IDA memohon kiranya agar Majelis Hakim memutus:

  1.  Menerima eksepsi secara keseluruhan dari penasehat Hukum Terdakwa NURAIDAH Alias IDA.
  2. Menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Tangerang tidak berwenang untuk mengadili perkara atas nama, NURAIDAH Alias IDA.      
  3. Jelaslah bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum kabur atau obscurum libellum, tidak berdasar dan terkesan mengada-ada sehingga akan merugikan kepentingan Terdakwa, karenanya dakwaan tersebut haruslah dinyatakan BATAL DEMI HUKUM.
  4. Menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah error in persona, karena yang seharusnya bertanggung jawab atas perkara ini adalah saudara ASEP SUMANTRI bin MAHDI, sehingga surat dakwaan dapat dibatalkan.
  5. Menyatakan memulihkan nama baik, harkat, dan martabat Terdakwa.
  6. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Demikian eksepsi ini kami sampaikan, atas perkenaan dan dikabulkannya eksepsi ini oleh majelis hakim, kami ucapkan terima kasih.

 

Tangerang, 12 Mei 2012

 

Hormat kami,

Penasehat Hukum Terdakwa NURAIDAH Alias IDA

                                                                                             

 

 

Guntara Hutasoit, S.H.                                                         Parulian Sutisna, S.H.

About these ads

Perihal Omer
Think Globally and Act Globally - WJ

3 Responses to Contoh Eksepsi

  1. Anonymous mengatakan:

    Bagus buat referensi para advocat muda

  2. Anonymous mengatakan:

    min bisa share contoh surat tidak failed dari tipikor gak?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 919 pengikut lainnya.