Kopi Siborongborong Dilirik Starbucks

Siborongborong, kampung halaman yang sangat ingin untuk ditemui yang terletak 309 km dari Kuala Lumpur (KUL) Intl Airport Bandara Internasional. Kota yang terletak pada ketinggian di atas 1200m dpl. Di pesisir selatan Siborong-borong terdapat kebun tempat kopi Sumatra terbaik ditanam. Para penduduk menanam kopi di halaman masing2. Setiap pagi para perempuan memetik biji kopi yang siap dipanen, dan langsung dijual pagi itu juga ke pasar setempat untuk mencegah kerusakan saat penyimpanan. Kopi unik dan langka ini konon memiliki keasaman rendah, namun rasa yang intens.

Paranginan juga salah satu kecamatan dari Kabupaten Humbang Hasundutan kopi yang enak dan dipasarkan oleh Starbucks. Kopi tersebut dinamakan kopi sigarar utang karena setelah ditanam tidak lama kira-kira 2 atau 3 tahun kemudian sudah dapat dipetik sehingga disebut kopi sigarar utang yang maknanya kopi yg begitu ditanam sudah dapat menghasilkan uang untuk membayar utang. Siborongborong memang dekat dengan Paranginan namun tidak pada kecamatan yang sama karena Siborongborong masuk ke Kabupaten Tapanuli Utara. Kopi sigarar utang tumbuh dengan suburnya didaerah Humbang mis : Paranginan , Lintong ni huta , Dolok Sanggul dan Siborong-borong sekitarnya. Siborongborong ini dulunya dinamakan daerah Humbang tetapi saat ini masuk wilayah Tapanuli Utara bukan Kabupaten Humbang Hasundutan yang ibukotanya Dolong Sanggul.

Meskipun kopi di Siborongborong, banyak dari Paranginan atau sekitarnya, faktanya mereka ternyata belajar menanam kopi dari Lintong Nihuta dan Siborongborong, daerah Paranginan sekitarnya populer menanam kopi baru pada tahun 1999an. Pasar kopi terbesar juga di sana jadi wajar nama siborongborong yang dipakai Starbucks.

Kopi yang dibudidayakan oleh petani Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, ternyata mulai dilirik oleh gerai kopi terbesar di dunia asal Amerika Serikat, Starbucks. Eksportir yang khusus menyuplai kebutuhan kopi untuk Starbucks, siap membeli harga kopi dari petani lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar, dengan catatan petani tersebut merupakan anggota koperasi.

Koperasi yang diajak bekerja sama menampung kopi petani Siborongborong yang akan diekspor untuk kebutuhan Starbucks adalah Wira Koperasi Satolop. Menurut Robinson Bakara, salah seorang penggiat di Wira Koperasi Satolop, saat ini koperasinya sudah diminta menyelesaikan permasalahan administrasi untuk melengkapi kerja sama perdagangan dengan salah satu eksportir kopi yang memasok biji kopi Sumatera ke Starbucks, PT Sumatera Speciality Coffees (SSC).

Keterangan dari Robinson “Starbucks melalui PT SSC dan mitranya Fair Trade International, ingin membeli kopi dari petani anggota koperasi dengan harga lebih mahal sekitar 0,1 poundsterling Inggris per kilogramnya. Nantinya, hasil panen kopi petani langsung ditampung oleh PT SSC”.

Menurut dia, saat ini pasar kopi tradisional di Siborongborong selalu dikuasai oleh pengumpul atau agen eksportir dari Medan. Harga kopi di tingkat petani tak pernah stabil. Wira Koperasi, lanjut Robinson, pernah berusaha mengajak kerja sama PT SSC agar menampung kopi petani kualitas pertama. Namun, ajakan ini sempat tak mendapat respons.

“Baru beberapa waktu terakhir ini, PT SSC mempertimbangkan proposal kerja sama kami. Apalagi Starbucks mau membeli kopi dari PT SSC dari harga yang lebih tinggi dari harga pasar, jika mereka mendapatkan kopi dari koperasi petani,” katanya.

Kopi yang dibudidayakan petani di Siborongborong mayoritas adalah kopi jenis Arabica dari benih yang dihasilkan perkebunan kopi di Jember, Jawa Timur. Penduduk setempat menyebutnya sebagai kopi Ateng karena pohon kopinya yang rendah dan mudah dipanen.

Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2009/01/23/1957357/kopi.siborongborong.dilirik.starbucks..
http://id.tixik.com/-293557.htm

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 919 pengikut lainnya.